Sejarah

 

Kawasan hutan Gunung Merapi merupakan kawasan hutan negara yang bernilai penting dan strategis karena berfungsi sebagai daerah tangkapan air yang bermanfaat bagi wilayah sekitarnya dan merupakan tipe hutan tropis dengan kondisi gunung api yang sangat aktif. Dalam sejarahnya kawasan hutan Gunung Merapi dilindungi untuk fungsi pelestarian alam (menjaga fungsi hidrologis, botani dan estetika serta pengelolaan kawasan secara khusus sebagai daerah rawan bencana). Seiring perkembangan jaman, status kawasan hutan Gunung Merapi mengalami perubahan sebagaimana digambarkan di bawah:

1931-1975            Status sebagai hutan lindung dibawah Pemerintah BElanda

1975 – 1984          Menteri Pertanian RI menetapkan sebagian kelompok hutan lindung menjadi Cagar Alam Plawangan Turgo (BKSDA DIY)

1984-1989            Menteri Kehutanan RI mengubah sebagian hutan lindung yang berada di Yogyakarta menjadi Taman Wisata Alam Plawangan Turgo

(Dinas Kehutanan dan Perkebunan DIY)

1989-2004            Menteri Kehutanan RI menunjuk Cagar Alam dan Taman Wisata Alam Plawangan Turgo yang terletak di Kabupaten SLeman, Provinsi

Daerah Istimewa Yogyakarta

2004-sekarang   Penunjukan Kawasan Hutan Gunung Merapi sebagai Taman Nasional Gunung Merapi sesuai dengan Surat Keputusan Menteri

Kehutanan No. 134/Menhut-II/2004 tentang perubahan Fungsi Kawasan Hutan Lindung, Cagar Alam dan Taman Wisata Alam pada

Kelompok Hutan Gunung Merapi seluas ± 6.410 ha, yang terletak di Kabupaten Magelang, Boyolali dan Klaten Provinsi Jawa

Tengah;serta Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

No Comments to “Sejarah”

tambah komentar.

Leave a Reply