Kondisi Fisik

Lokasi

 

Gunung Merapi beserta gunung-gunung yang lain sebenarnya merupakan bagian dari rangkaian gunung-gunung yang berjajar dari pulau Sumatra, Jawa sampai Bali dan Lombok. Khusus yang berada di pulau Jawa, lokasi gunung-gunung ini berada di tengah pulau yang berjajar dari barat ke timur. Gunung Merapi sendiri merupakan satu-satunya gunung aktif diantara jajaran gunung di pulau Jawa. Letaknya di tengah pulau, sebagian berada dalam wilayah administrative Propinsi DI Yogyakarta dan sebagian lagi masuk wilayah Propinsi Jawa Tengah. Secara phisik Gunung Merapi mempunyai batas sebagai berikut:

  1. Bagian utara dilingkupi oleh pegunungan yang merupakan pertemuan antara Gunung Merbabu dan Gunung Merapi sendiri. Batas alam ini dibentuk dari hulu sungai pepe di wilayah timur dan hulu sungai Pabelan di wilayah barat. Secara adminitratif masuk dalam Kabupaten Boyolali, Propinsi Jawa Tengah.
  2. Kaki gunung bagian timur dan selatan merupakan wilayah yang datar dan merupakan persawahan dengan kesuburan tanah yang tinggi. Bagian timur ini membentang sampai bertemu dengan sungai Bengawan Solo dan bagian selatan bertemu dengan hulu sungai Dengkeng.
  3. Hulu Sungai Progo menjadikan batas alam gunung di bagian barat.

Iklim dan Curah Hujan

Secara klimatologis, keberadaan Gunung Merapi masuk wilayah iklim muson tropis, yang dicirikan hujan dengan intensitas yang tinggi pada musim hujan (November-April) yang kemudian berganti dengan bulan-bulan kering (April-Oktober). Hujan tahunannya berkisar antara 2500-3000 mm. Variasi hujan di sepanjang lereng Gunung Merapi dipengaruhi oleh hujan orografis. Seperti juga wilayah muson tropis lainnya, variasi suhu dan kelembaban udara pada dasarnya tidaklah menyolok. Suhu berkisar antara 20-33 °C dan kelembaban udara bervariasi antara 80% – 99%.

Tanah

Kawasan ini berjenis tanah Regosol dan mendominasi kawasan gunung Merapi. Dengan masih aktifnya gunung Merapi menjadikan material vulkanis merupakan bahan induk tanah di kawasan ini. Dengan demikian tanahnya merupakan tanah muda karena belum mengalami perkembangan profil. Tanah di kawasan ini dicirikan oleh warna kelabu sampai kehitaman dengan tekstur pasiran. Struktur tanah belum terbentuk sehingga masih merupakan struktur granuler. Dengan struktur ini maka kemampuan untuk menyerap air cukup tinggi, namun kandungan bahan organiknya relatif rendah. Kemasaman tanah pada umumnya netral.

Geologi

Berdasarkan peta Geologi yang dikeluarkan oleh Direktorat Geologi Tata Lingkungan diperoleh informasi bahwa batuan utama penyusun Gunung Merapi terdiri dari dua macam:

  • Endapan vulkanik Gunung Merapi Muda, yang terdiri dari tufa, lahar, breksi, dan lava andesitis hingga basaltis. Endapan ini hampir tersebar merata di seluruh kawasan Gunung Merapi
  • Endapan volkanik kwarter tua, yang keberadaannya secara setempat-setempat, khususnya di perbukitan. Endapan ini ditemui di bukit Turgo, Gono, Plawangan, Maron.

No Comments to “Kondisi Fisik”

Maaf Komentar ditutup :D